Mahasiswa KKN dorong Terbitnya perdes tentang Penanggulangan dan pencegahan NAPZA

Ket. Foto: Suasana sosialisasi di Gedung AL-Khairaat Desa Lero (Foto: Panitia Penyelenggara)

Peduli terhadap kesehatan masyarakat dalam pencegahan penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) serta kesehatan reproduksi, posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako (Untad) Desa Lero Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah gelar sosialisasi pada Minggu (08/03) bertempat di Gedung Al-Khairaat Desa Lero, Kabupaten Donggala. Kegiatan tersebut mendorong terbitnya Peraturan Desa (Perdes) tentang penanggulangan dan pencegahan NAPZA.

Dr Muh Nur Alamsyah SIP MSi selaku Dewan Pembina Lapangan mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan ini dapat mendorong Pemerintah Desa untuk menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) mengenai penanggulangan dan pencegahan NAPZA, serta membuat rumah ramah bagi anak-anak.

“Suatu kesyukuran bagi kami karena dari aparat desa akan membuat Perdes khusus untuk penanggulangan dan pencegahan sebagai upaya preventif di samping mengembangkan ruang inovatif untuk anak-anak. Mereka akan membuat rumah ramah anak sebagai solusi pusat interaksi dalam suatu desa,” ungkapnya.

Masih menurut Dr Alamsyah, bahwa program penyuluhan NAPZA merupakan program yang wajib dilakukan di semua lokasi KKN, terutama lokasi yang masuk dalam kategori rawan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Kegiatan sosialisasi yang melibatkan komunitas lokal ini merupakan upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan NAPZA yang dirangkaikan dengan kesehatan reproduksi pada remaja.

“Kemarin kegiatannya Sosialisasi NAPZA kita gandeng dengan kesehatan reproduksi. Jadi program NAPZA itu program yang wajib dilakukan di semua daerah. Kebetulan wilayah yang jadi daerah KKN adalah daerah yang menjadi zona rawan sehingganya Untad bekerja sama dengan BNN. Namun kegiatan Desa itu tidak hanya sosialisasi, karena system yang dikembangkan itu pengembangan pengetahuan system sebaya. Jadi kita melibatkan komunitas lokal untuk terlibat dalam kegiatan tersebut,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa masyarakat sangat merespon baik kegiatan ini. Hal ini dapat dilihat dari permintaan masyarakat agar kegiatan ini dapat dilakukan secara intens di Desa mereka.

“Masyarakat sangat senang, bahkan orang tua meminta kegiatan ini intens untuk dilakukan. Makanya kami kemarin menggandeng Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk membuat program yang kira-kira bisa menekan tingkat kekosongan sehingga anak-anak tidak terlibat dalam hal-hal yang negatif,” imbuh Dr Alamsyah.

Pada waktu yang sama, Joko Suryono selaku Koordinator Desa menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki andil dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat.

“Mahasiswa sebagai agent of change harus peduli pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, maka kita harus punya andil dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba,” tegas Joko. Rin

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here