Seleksi KDMI dan NUDC FKIP FKIP Optimis Untad Lolos ke Tingkat Nasional

Ket. Foto: Foto bersama peserta dan panitia seleksi NUDC FKIP (Foto: Dok penyelenggara)

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad)  telah selesai menyeleksi mahasiswa dari berbagai prodi untuk bertanding kembali dalam Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC) tingkat Universitas Tadulako. Bertempat di Ruang Senat FKIP, kategori KDMI berlangsung dari Jumat s.d Sabtu (27-28/02) dan NUDC terlaksana dari Rabu s,d Kamis (25-26/02). Setelah melewati persaingan yang ketat, dari KDMI dan NUDC masing-masing terpilih 10 mahasiswa yang akan mewakili FKIP ke tingkat Universitas.

Dr Sitti Harisah MPd selaku ketua panitia KDMI mengatakan seleksi ini menjadi ajang pembiasaan diri mahasiswa untuk berpikir analitis, kritis, dan sitematis. Ia mengimbuhkan animo mahasiswa tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sekitar 39 mahasiswa yang mengikuti.

“Seleksi ini menjadi ajang untuk memotivasi dan mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir analitis, kritis dan terstruktur menghadapi suatu permasalahan. Dalam debat tersebut, mahasiswa dihadapkan pada persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau negara mulai dari isu sosial, politik, ekonomi dan lain-lain. Pada tahun ini antusias mahasiswa cukup tinggi, terbukti dari jumlah peserta sekitar 39 orang dari 13 prodi FKIP,” lugasnya.

Senada dengan Dr Sitti, ketua panitia NUDC Mashuri SPd M A menuturkan selain para peserta dituntut menguasai pengetahuan global, peserta NUDC juga harus memiliki kecakapan berbahasa inggris. Ia juga menjelaskan, ada beberapa aspek penilaian yang menjadi bahan pertimbangan juri, yakni menganalisis dan berargumentasi terkait mosi, kemudian kelihaian memainkan peran pihak pemerintah maupun oposisi, dan terakhir kemampuan bahasa inggris.

“Berbeda dari KDMI, para peserta harus mengungkapkan isi pikiran terkait mosi debat dengan bahasa inggris, itu berarti peserta harus berpikir lebih keras lagi. Setiap peserta memiliki keunggulan masing-masing, ada yang menonjol dalam speaking dan ada juga yang menonjol dalam bernalar. Ada beberapa aspek yang menjadi penilaian kami, yaitu kemahiran beranalisis, berargumentasi, kecakapan memainkan peran bila ada di pihak pemerintah atau oposisi, dan kemampuan berbahasa inggris menjadi penilaian terakhir kami,” tuturnya.

Ketua panitia seleksi KDMI dan NUDC menegaskan mereka optimis akan ada perwakilan dari FKIP yang bergabung dalam tim Universitas dan bisa membawa Universitas Tadulako menang tingkat regional hingga melaju ke tingkat nasional. fha