Tingkatkan Pemahaman Pangan Halal, UNTAD Tanda Tangan MoU Bersama BPJPH

Ket. Foto: Rektor Untad bersama Kepala Badan BPJPH mendatangani MoU (Foto: Ryan Muhamad, S.Ak/ Humas Untad)

Universitas Tadulako (Untad) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melaksanakan sosialisasi terkait produk pangan halal yang dirangkaikan dengan pendatanganan MoU (memorandum of understanding) bertempat di Aula Lama Fakultas Kedokteran Untad, pada Sabtu (22/02).

Dalam sambutannya, Prof Dr Ir H Mahfudz MP selaku Rektor Untad menyampaikan bahwa Untad sudah lama berinisiasi ingin menjadi Perguruan Tinggi yang mampu mengeluarkan sertifikasi produk halal di Sulawesi Tengah. Untuk mewujudkannya, Untad sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari pembentukan tim hingga peralatan laboratorium yang memadai.

“Terkait produk halal, sejak dulu Untad punya mimpi sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia yang bisa mengeluarkan sertifikasi jaminan halal. Dari Kementerian Agama juga sudah menawarkan untuk hal tersebut, maka dari itu kami sudah melaksanakan beberapa tahapannya. Mulai dari pembentukan tim sampai menyediakan laboratorium dengan peralatan yang tersertifikasi,” ucap Rektor.

Selain itu, Rektor Untad tersebut menuturkan latar belakang Untad menjadi instansi yang mengeluarkan jaminan produk halal, yakni ingin membantu pelaku usaha dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sulawesi Tengah agar mendapatkan sertifikasi halal pada produk. Mendapatkan kepercayaan tersebut bukan suatu hal yang mudah, karena itu Prof Mahfudz mengajak seluruh mahasiswa hingga dosen untuk mewujudkannya.

“Melihat makin banyak pengusaha dan UKM di Kota Palu dan Sulteng, Untad berkeinginan membantu mengeluarkan jaminan halal pada produk mereka. Mewujudkannya bukan perihal yang mudah, perlu usaha keras. Oleh karena itu dibutuhkan sinergitas dan kerja sama yang baik. Pendatanganan MoU ini menunjukkan bahwa apa yang kita rintis bersama, sudah dapat   kepercayaan bahwa Untad mampu berikan sertifikasi halal di Sulteng,” ungkapnya.

Kepala BPJPH, Prof Ir Sukoso M Sc PhD dalam materinya menyampaikan bahwa konsep pangan halal sudah diatur dalam Al-Quran. Namun, masyarakat Indonesia kurang memperhatikan pangan yang mereka konsumsi. Guru besar Universitas Brawijaya itu menambahkan bahwa makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh pada perilaku manusia,

“Al-Quran sudah mengatur makanan baik dan buruk untuk dikonsumsi manusia. Realitanya, konsep terhadap pangan kurang diperhatikan oleh masyarakat Indonesia yang mayoritas penduduk beragama Islam. Menyadari hal tersebut, negara harus hadir untuk mengatur dan menjamin kehalalan pada produk. Apa yang kita konsumsi sangat berpengaruh pada perilaku kita, apabila makanan yang masuk itu baik maka akan baik pula perilaku kita, begitu pun sebaliknya. Karena sudah mengetahui konsep pangan halal, kita wajib melaksanakannya,” pungkasnya. fha/Rin