Untad dan Islamic Relief Worldwide Indonesia Gelar Loka Karya

Ket. Foto: Foto bersama penyelenggara kegiatan (Foto: Humas Untad)

Universitas Tadulako (Untad) bersama Islamic Relief Worldwide Indonesia laksanakan kegiatan loka karya peningkatan kapasitas usaha masyarakat terdampak bencana Palu–Sigi dan bursa produk kelompok wirausaha. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (26/02) bertempat di Gedung Media Center Untad dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik (Warek Bidak) Dr Lukman Nadjamuddin MHum, sejumlah Kelompok Wirausaha Palu, Dosen, Mahasiswa dan Instansi terkait.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh H Asri SH selaku Sekretaris Kota Palu mewakili Wali Kota Palu. Dilansir dari laman untad.ac.id ia dalam sambutannya ia mengatakan bahwa pemerintah Kota Palu akan tetap berkomitmen dalam membantu kelompok usaha bersama, UKM, dan UMKM karena hal tersebut merupakan bagian dari misi mengembangkan kewirausahaan dalam daerah.

Sementara itu, ditemui Reporter Media Tadulako Dr Lukman menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama Untad dan Islamic Relief Worldwide Indonesia yang sudah ditandatangani dalam MoU beberapa pekan lalu, dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat terkhusus yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Untad dan Islamic Relief, dimana sudah tertuang dalam MoU kerja sama antara Islamic relief dan Untad dalam beberapa bidang kerja sama.  Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bagus karena tujuannya untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri terkhusus yang terkena bencana pada tahun 2018 silam,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sebagai Perguruan Tinggi (PT), Untad juga bertugas untuk mengawal dan memantau serta turut berpartisipasi dalam penyediaan Sumber Daya Manusia jika dibutuhkan agar kegiatan tersebut dapat terus berlanjut.

“Kita bertugas untuk mengawal dan memantau terus serta ikut berpartisipasi dalam penyiapan sumber daya. Karena Untad memiliki banyak sumber daya dan memiliki banyak keahlian di bidangnya masing-masing. Karena itu kita akan kawal agar supaya kegiatan ini bisa berkelajutan dan akhirnya masyarakat yang terdampak bencana bisa mandiri dari bantuan orang luar serta bisa membuat usaha yang dapat menghasilkan pendapatan yang besar,” ujarnya

Diakhir wawancaranya, ia berharap bahwa kegiatan tersebut bisa berkelanjutan sehingga jumlah masyarakat yang ikut serta semakin meningkat dan membawa dampak baik bagi masyarakat yang terdampak bencana terutama pada sektor ekonomi.

“Harapan saya kegiatan itu bisa berkelanjutan dan bisa membawa dampak baik dan bisa diikuti oleh warga lainnya sehingga nanti lebih banyak yang merasakan dampaknya di masa yang akan datang,” tandas Dr Lukman. AW