IKAHUT Untad Gelar Diskusi Online Mengenai Pelatihan GIS Dasar

Ket. Foto: Haris Priyana SHut (Foto: dok.Pribadi Narasumber)

Sadar akan pentingnya Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS) bagi mahasiswa Kehutanan, Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Tadulako (IKAHUT Untad) gelar Pelatihan GIS Dasar menggunakan Software AcrGis melalui Diskusi Online via aplikasi Zoom, pada Minggu (12/04).

Dihubungi reporter Media Tadulako, Haris Priyana SHut selaku pembicara menuturkan bahwa pelatihan GIS sangat penting bagi mahasiswa Kehutanan terlebih hal ini berkaitan dengan mata kuliah. Pada pelatihan ini peserta diskusi diajarkan bagaimana cara membuat peta menggunakan aplikasi ArcGis.

“Singkatan dari GIS itu sendiri adalah Geographic Information System. Secara definisi GIS berarti sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial. Di pelatihan secara online kemarin saya mengajarkan bagaimana membuat peta menggunakan aplikasi ArcGis. Hanya saja itu masih bersifat dasar. Jadi yang diajarkan bagaimana mendapatkan informasi luasan area atau panjang jalan dari selembar kertas peta yang formatnya jpg. Hal ini sangat penting sekali, mengingat GIS ini memiliki mata kuliahnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa ilmu GIS bisa diaplikasikan pada semua bidang yang berkaitan dengan pemetaan.

“Ilmu GIS bisa digunakan pada semua bidang yang berkaitan dengan pemetaan. Seperti pemantauan kawasan hutan, pemetaan desa, pemetaan rawan bencana sampai pemetaan untuk sebaran ibu hamil juga bisa,” tambahnya.

Diskusi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta mengisi waktu mahasiswa di tengah pandemi Covid-19 ini mendapatkan respons yang positif dari para peserta diskusi. Salah satunya Annisa yang merupakan mahasiswi Kehutanan.

Ia mengungkapkan bahwa diskusi ini sangat membantunya dalam mengambil langkah penelitian serta membuka wawasan dalam pengambilan data di lapangan secara efisien, cepat dan tepat.

“Dengan adanya diskusi ini, saya bisa sharing masalah yang dihadapi dalam pembuatan metode ataupun hasil agar tidak keliru. Banyak alumni kehutanan yang memberikan beberapa pengalaman penelitian terdahulu, membuka wawasan dalam pengambilan data di lapangan yang efisien, cepat, dan tepat,” ungkapnya.

Ia pun berharap pelatihan GIS dapat diadakan kembali untuk melanjutan tema yang telah diajarkan.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita berada di rumah, diskusi online pelatihan GIS telah memberikan kami wawasan. Dan saya sangat mensyukuri itu. Semoga ke depan ada pelatihan GIS untuk kelanjutan tema yang diajarkan kepada kami,” harapnya. Rin

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here