Untad Keluarkan Kebijakan Terkait Pencegahan Covid-19

Ket.Foto: Rektor Universitas Tadulako, Dr Mahfudz MP (Foto: Dok. Humas Untad)

Sabtu (10/04) – Dalam menekan penularan Covid-19, Untad memperpanjang system perkuliahan online hingga tanggal 15 Mei 2020.

Bertambahnya kasus positif Covid-19 setiap harinya, Rektor Untad menegaskan perpanjangan sistem kuliah online atau dalam jaringan (jaring) melalui surat edaran Rektor Untad nomor 3610/UN28/SE/2020.

“Setelah melihat masih meluasnya pandemi Covid-19 dan Hasil rapat pimpinan Untad pada tanggal 06 April 2020, maka akan diberlakukan perubahan jadwal sesuai jam kerja guna menanggulangi penyebaran Covid-19,” kata rektor dalam edaran tertulisnya Rabu, (8/4/2020) sebagaiaman ia dalam laman kabarselebes.id.

Sementara itu, terkait surat edaran Rektor tentang pembelajaran online tersebut, Untad menghimbau kepada para dosen agar tidak membebani mahasiswa dengan tugas yang berlimpah. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidan Akademik (Warek Bidak), Dr Lukman Nadjamuddin MHum.

“Tentunya perkuliahan tatap muka lebih efektif dibandingkan dengan kuliah daring. Namun, saat ini kuliah daring sudah cukup baik. Kami sudah menghimbau kepada dosen-dosen agar tidak memberikan tugas yang memberatkan bagi mahasiswa,” ucap Warek Bidak, Dr Lukman Nadjamuddin sebagaimana dilansir dari laman untad.ac.id.

Dr Lukman menuturkan bahwa setiap dosen cukup memberikan satu tugas per mata kuliah, berapa pun dosen yang mengajar mata kuliah, agar mahasiswa tidak merasa terbebani dalam aktivitas perkuliahannya.

“Setiap mata kuliah cukup satu tugas per mata kuliah, Jika ada dosen yang memberikan tugas diluar dari himbauan universitas, kita akan diberikan peringatan ke dosen yang bersangkutan,” tutur Warek Bidak.

Masih dilansir dari laman untad.ac.id, kuliah daring yang diselenggarakan Untad berlangsung pada minggu pertama masa Ujian Tengah Semester (UTS). Sehingga mahasiswa sudah melakukan beberapa kali pertemuan tatap muka.

“Bagi mahasiswa yang tidak bisa mengikuti atau melanjutkan perkuliahan, dihimbau untuk melapor kepada dosen yang bersangkutan agar dipertimbangkan untuk diluluskan pada mata kuliah tersebut. Pedoman teknis kuliah daring juga sudah diberikan. Bagi mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dari awal hingga selesai, akan diberikan nilai minimal B,” ungkap Dr Lukman.

Dr Lukman menambahkan mengenai bantuan berupa pulsa paket data sebesar Rp 100.000 per bulan bagi mahasiswa untuk menunjang pelaksanaan kuliah daring, yang akan diberikan melalui pemotongan UKT.

“Dari sisi paket data mahasiswa, sudah kami respons dengan memberikan bantuan Rp 100.000 per bulan, terhitung untuk bulan April dan Mei. Mekanismenya, kami mengurangi pembayaran UKT semester depan. Kenapa tidak diberikan secara tunai tapi dengan pemotongan UKT? Kalau diberikan secara tunai prosesnya cukup lama. Minimal harus meminta nomor rekening masing-masing mahasiswa. Kemudian kami putuskan, solusi yang paling tepat, dan bisa segera diketahui oleh mahasiswa kalau Untad peduli dengan mereka dengan bentuk pengurangan biaya UKT,” tambahnya.

Selain itu, Universitas Tadulako telah membentuk tim satuan tugas pencegahan pandemik Covid-19. Beberapa tugas telah dilakukan diantaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa unit, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 90 yang tidak dipungut biaya, dan perpanjangan masa studi untuk mahasiswa angkatan 2013, serta kebijakan Work From Home (WFH) dengan memberlakukan jam kerja baru. Adr/ikr