Kuliah Online; Mahasiswa terbantu dengan Kebijakan Desa

Ket. Foto: suasana kuliah online dengan mengakses wifi di kantor PKK Desa Mansalean (Foto: dok. Pemdes Mansalean)

Senin (04/05) – Sejak perkuliahan tatap muka ditiadakan, Universitas Tadulako (Untad) memberlakukan sistem perkuliah daring , yang menimbulkan berbagai macam dilema. Utamanya bagi mahasiswa. Mulai dari banyaknya tugas yang diberikan, disusul dengan meme yang mendukung, hingga persoalan paket internet untuk mengakses kuliah online tersebut.

Dari berbagai persoalan yang muncul sebagai risiko dari sistem perkuliahan daring, pihak Untad telah memberikan beberapa solusi, diantaranya menegaskan kepada para dosen untuk tidak memberikan tugas yang memberatkan bagi mahasiswa. Mahasiswa pun, diberikan biaya paket internet, yang dipotong dari biaya UKT selama 2 bulan, pada April dan Mei.

Namun, sebagian besar mahasiswa Untad, ketika diedarkan kebijakan WFH dan kuliah daring, memilih untuk pulang kampung. Sehingga kendala baru didapatkan, yakni kesulitan mengakses jaringan internet, karena akses internet belum merata ke seluruh desa di Sulawesi Tengah.

Melihat permasalahan baru tersebut, beberapa desa di Sulteng memfasilitasi para mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi dengan menyediakan akses internet di satu titik.

Desa Mansalean, adalah salah satu desa yang memfasilitasi Wifi untuk kuliah daring mahasiswa. Diwawancarai via telepon seluler, Kepala Desa Mansalean, Mirwanto, mengatakan bahwa Wifi Desa Mansaleasn sebenarnya sudah ada sejak sebelum pandemi masuk ke Indonesia. Sehingga lebih difungsikan untuk membantu perkuliahan mahasiswa dengan sistem daring. Desa menyediakan kantor PKK sebagai ruangan khusus untuk para mahasiswa mengakses jaringan wifi.

“Anak Mansalean yang baru datang atau masih menjadi OTG atau ODP, bisa datang langsung ke kantor PKK untuk mengakses Wifi. Mereka diberikan password khusus sehingga tidak terganggu dengan kerja lain yang menggunakan jaringan yang sama,” ucap Mirwanto.

Mirwanto menambahkan bahwa kebijakan ini tetap dipantau oleh aparat Desa, agar mahasiswa menggunakan jaringan wifi untuk kuliah.

“Ketika kuliah online, kami selalu memantau mereka. Jangan sampai mereka menggunakan jaringan wifi untuk main game saja. Kalau kedapatan, jaringannya langsung kami putus, karena siang hari lampu tidak menyala, kami pakai mesin genset. Sehingga fasilitas Desa itu tanggung BBM, sewa mesin genset, dan wifi,” imbuhnya.

Selain itu, Pemdes Mansalean juga memberikan dukungan kepada anak desanya yang memilih menetap di tanah rantau, dengan memberikan uang tunai melalui orang tua. “Awalnya kami langsung memberikan kepada orang tua untuk ditransferkan pada anak-anak mereka yang sedang di rantau. Kemudian saya melapor ke Dinas terkait pendamping lokal, tetapi tidak direspons, jadi dialihkan kepada orang tua melalui BLT selama 3 bulan, sejak April hingga Juli,” tambah Mirwanto.

Masih menurut Mirwanto, ia berharap kepada adik-adik mahasiswa semoga tidak ada urusan akademik yang terbengkalai, dan dapat menjadi panutan serta contoh untuk orang lain dan desa tetangga. “ Semoga kuliah mereka tidak bermasalah. Apalagi ada yang ujian. Mereka generasi bangsa, generasi desa masa depan, semoga ke depannya dapat membangun desa, karena tanggung jawab ada di punda-pundak generasi muda,” harapnya.

Sementara itu, masih terhubung via panggilan telepon, Nadira Nurafrila (Bahasa Indonesia, 2018) mengatakan sangat terbantu dengan adanya wifi desa terhadap perkuliahannya. Tidak hanya itu, Nadira menuturkan bahwa pemdes memberikan jaringan khusus, dengan password tertentu, untuk digunakan mahasiswa.

“Saya gunakan wifi desa itu, saat sudah 3 hari di desa. Sebenarnya sudah sejak awal, hanya saya yang lambat bergerak. Setelah tahu, saya ke pihak kantor PKK, dan melakukan kuliah online di sana bersama mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Pas awalnya, kami ditanya jadwal kuliah, lalu diberi akses menggunakan wifi. Bagi yang ingin menggunakan untuk umum, di luar urusan kuliah, misal games, bisa mengakses wifi dengan password untuk umum,” tutur Nadira. Sn

 

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here