Mahasiswa Untad terpilih sebagai Peserta Kegiatan IMDP 2020 di Jakarta

Ket. Foto: Tim Untad Peserta IMDP 2020, (kiri-kanan) Arief Nur Misuari, Aprilia, Ikhwal Syukur (Foto: Dok. Pribadi Narasumber)

Jumat (01/05) – Wakili Universitas Tadulako (Untad), Arief Nur Misuari, Aprilia, dan Ikhwal Syukur mahasiswa Fakultas Teknik (Fatek) angkatan 2016 terpilih sebagai peserta untuk mengikuti kegiatan Internet of Things Maker Development Program (IMDP) 2020 yang diadakan oleh XL-Axiata. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di X-Camp XL-Tower Jakarta di bulan Juni hingga September 2020 mendatang.

IMDP 2020 merupakan kegiatan pelatihan mahasiswa dalam pengembangan teknologi khususnya di bidang Internet of Things. Arief menuturkan bahwa butuh persiapan dan proses yang panjang bagi tim mereka untuk bisa lolos seleksi dan terpilih dalam kegiatan tersebut.

“Persiapan awal, kami melakukan pendaftaran dengan menyertakan beberapa dokumen yang dapat mendukung dalam penerimaan tersebut. Tahap seleksi awal yaitu seleksi berkas atau dokumen, kemudian selanjutnya seleksi secara Wawancara. Alhamdulillah setelah lolos seleksi, persiapan sekarang sudah sampai pada pendalaman literatur konsep dan perencanaan sistem perangkat yang akan digunakan pada proyek yang diberikan oleh program IMDP,” tuturnya.

Kemudian Ia mengungkapkan bahwa hal yang menjadi penghambat utama dalam mengikuti kegiatan ini adalah pembiayaan selama mengikuti kegiatan. Dengan durasi kegiatan selama 4 bulan maka biaya yang dibutuhkan terbilang besar.

“Kendala yang mungkin jadi penghambat bagi kami sih lebih ke biaya, soalnya kami bertiga sebagai tim juga masih dalam proses pengumpulan dana secara pribadi, kami sendiri bisa dibilang juga modal nekat, karena dengan waktu kegiatan yang akan berjalan 4 bulan otomatis, akan banyak sekali mengeluarkan biaya dari segi akomodasi, transportasi dan lain-lain selama berada di sana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan ini bisa memberi ilmu yang bermanfaat bagi diri dan timnya serta menjadikan Untad semakin dikenal dan tidak kalah bersaing dengan Universitas-universitas lain yang ada di Indonesia.

“Harapan pribadi lebih ke ilmu yang bermanfaat dan pengetahuan baru yang akan didapat, teamwork yang baik dan secara intitusi sendiri Untad jadi lebih dipandang menjadi pesaing di mata kampus-kampus yang telah lebih dulu punya nama besar. Dan terakhir tentu saja hal ini bisa menjadi menjadi sebuah trigger atau pemicu untuk regenerasi selanjutnya,” harap Arief.

Sementara itu, Aprilia menyampaikan bahwa dalam faktor penghambat lain yang dihadapi adalah restu orang tua, mengingat Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah membuat orang tua khawatir untuk memberikan izin berangkat.

“Setelah dinyatakan lolos seleksi, faktor penghambat yang saya pikirkan itu terkait adanya wabah virus covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya, serta restu dari orang tua. Dengan adanya wabah virus covid-19 pasti orang tua akan khawatir,” ujarnya.

Diakhir wawancara ia berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan relasi antara Universitas-univeritas yang ada di Indonesia.

“Harapan untuk diri sendiri dapat menambah wawasan pengetahuan dan pergaulan serta dapat membangun relasi antara Universitas Tadulako dengan Universitas Lainnya,” tandasnya.AW