Maksimalkan Kuliah Daring, Prodi PPKn Gelar Workshop Pembelajaran Daring LMS

Ket. Foto: Pemberian sambutan oleh kaprodi PPKn, Hasdin SPd MPd (kanan) (Foto: Dok. Penyelenggara)

Tingkatkan keterampilan dan pengetahuan dosen terhadap pembelajaran dalam jaringan (daring), Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan Ilmu Pengetahun (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) adakan Workshop Learning Management System (LMS). Bertempat di ruang senat FKIP, pada Kamis (23/04) dan dihadiri 12 dosen prodi PPKn.

Dilansir dari Harian Radar Sulteng, Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidak) FKIP, Dr Nurhayadi MSi menuturkan LMS dilaksanakan sebagai langkah awal guna pembelajaran daring berjalan optimal. “Prodi PPKn merupakan prodi pertama melaksanakan LMS dan akan disusul prodi lainnya,” tutur Wadek Bidak.

Hasdin SPd MPd selaku kaprodi PPKn, menjelaskan LMS merupakan sebuah sistem manajemen pembelajaran yang dikembangkan untuk mengelola kursus online. Mulai dari pendaftaran, pendistribusian materi pembelajaran hingga memungkinkan adanya kolaborasi antara tenaga pengajar dan anak didik.

Learning Management System  adalah istilah global untuk sistem komputer yang dikembangkan untuk mengelola kursus online. Dalam lingkup kampus berarti antara mahasiswa dan dosen. LMS memungkinkan kita mengelola kelas online, mulai dari pendaftaran, pendistribusian  materi, melakukan tes ujian hingga memungkinkan terciptanya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. LMS diibaratkan tulang punggung sebagian besar aktivitas e-learning,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tujuan dilaksanakan workshop LMS yaitu sejalan dengan kebijakan Kemendikbud yang mendorong penerapan kuliah daring serta  memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan bagi dosen dalam menghadapi perkembangan model pembelajaran. Ia mengimbuhkan, terlepas dari berbagai macam kekurangan dari pembelajaran dalam jaringan (daring). Pembelajaran model tersebut sangat membantu para dosen.

“Menyahuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mendorong perguruan tinggi menerapkan pembelajaran daring dalam perkuliahan dan menghadapi kemajuan IPTEK. Melalui workshop ini kami bertujuan para dosen mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyikapi perkembangan pembelajaran di era kemajuan IPTEK. Bidang pembelajaran menuntut berbagai macam improvisasi, mulai dari penerapan strategi, metode, pendekatan, dan model pembelajaran. Salah satunya pembelajaran daring. Meskipun terdapat kekurangan, pembelajaran model daring sangat membantu dosen dalam pelaksanaan tugas, apalagi di tengah pandemi ini,” ulasnya.

Diakhir wawancara, Hasdin mengharapkan dosen yang sudah mengikuti pelatihan dapat menggunakan dan menerapkannya dalam proses perkuliahan. Sehingga pemenuhan pelayanan bagi mahasiswa terlaksana.

“Harapan kami setelah mengikuti workshop LMS ini dapat memberikan nilai tambah bagi dosen-dosen dan mahasiswa pada gilirannya dalam hal penerapan teknologi dalam pembelajaran. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah diharapkan teman-teman dosen dapat menggunakan dan menerapkannya dalam perkuliahan pada matakuliah yang diampuh masing-masing, sehingga pemenuhan hak akan layanan pembelajaran kepada mahasiswa senantiasa dapat kita berikan dengan maksimal,” tutupnya. Fha

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here