MPM Al-Iqra Tetap Semangat Adakan Kajian

Ket. Foto: Pemberian piagam kepada pemateri (kiri) oleh MPM Al-Iqra (kanan) (Foto: dok: Panitia penyelenggra)

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat dakwah Mahasiswa Pencinta Musholah Al-Iqra (MPM Al-Iqra) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Tadulako (Untad) untuk tetap menggelar Kajian Sebelum Ramadhan (KASRAH). Dengan mengusung tema “Andai ini Ramadhan Terakhirku, Cukuplah Kematian sebagai Nasihat”, kajian tersebut digelar melalui aplikasi Whatsapp (WA), pada Rabu (22/04).

Menghadirkan anggota pengurus MUI Sulawesi Tengah, Hartono M Yasin Anda sebagai pemateri, MPM Al-Iqra berhasil menarik peserta sebanyak 94 orang. Bahkan ada peserta yang berasal dari luar pulau Sulawesi untuk yang mengikuti kajian tersebut.

Aswin selaku ketua panitia menuturkan bahwa kajian tersebut merupakan rangkaian kegiatan MPM Al-Iqra di bulan Ramadhan yang bernama Sejuta Hikmah Ramadhan (Sahara). Ia juga mengungkapkan ada beberapa agenda yang tidak terlaksana dan diundur waktunya akibat pandemi Covid-19 ini.

“Menyambut bulan suci Ramadhan, MPM Al-Iqra mempunyai kegiatan yang bernama Sahara atau Sejuta Hikmah Ramadhan, dan kajian ini salah satu agenda dari kegiatan tersebut. Ada beberapa agenda yang kami undur sampai situasi membaik, seperti pesantren kilat dan bakti sosial,” jelasnya.

Ditanya mengenai pemilihan tema kajian, mahasiswa akuntansi tersebut mengungkapkan pemilihan tema tercetus karena sebelum memulai Ramadhan, manusia sudah dihadapkan ujian berat, dan juga menjadi pengingat bahwa musibah dan kematian tiba kapan saja. Usai kajian tersebut, ia mengharapkan para peserta dapat mengambil hikmah dari musibah Covid-19 dan ketakwaan semakin meningkat.

“Pemilihan tema didasarkan pada peristiwa yang terjadi saat ini. Sebagai saudara seiman, kami ingin mengingatkan bahwa kematian dan musibah bisa datang kapan saja tanpa kita duga. Adanya penyakit Covid-19 jadikan muhasabah sehingga iman dan takwa kita meningkat,” ungkapnya.

Dalam materinya, Yasin Anda berpesan bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk pemutusan rantai Covid-19 merupakan langkah yang tepat dan masyarakat harus mematuhinya. Ia juga mengatakan, pemberlakuan di rumah saja bukan menjadi penghalang untuk tetap berbuat kebaikan.

“Meskipun kebijakan yang diputuskan pemerintah dan ulama awalnya menuai kontroversi, seperti social distancing dan pelarangan ibadah di tempat ibadah umum, namun itu bisa menjadi langkah tepat guna pemutusan penyakit Covid-19. Bahkan Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan langkah tersebut. Adanya kebijakan pemberlakuan di rumah saja, jangan dijadikan alasan berhenti berdakwah dan menyebarkan kebaikan pada sesama,” pungkasnya. Fha