Nuzulul Qur’an FKIP, Harapkan Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’an dalam Hidup

Ket. Foto: Prof Dr Zainal Abidin SAg MAg (Foto: Dok. media.alkhairat.id)

Menyongsong hari malam turunnya Al-Qur’an, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tadulako (Untad), adakan Nuzulul Qur’an, melalui media daring visual Zoom, pada Minggu (10/05).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ketua SPI, Dekan dan Wakil Dekan di Lingkup Untad, Ketua-ketua Jurusan FKIP, Ketua-ketua Prodi FKIP, serta dosen-dosen lingkup FKIP, dengan mengundang Prof Dr Zainal Abidin SAg MAg selaku pendakwah.

“Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dikarenakan pengadaannya di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda negara-negara di dunia, yang mana harus dilakukannya physical dan social distancing, karena itu panitia memutuskan untuk melaksanakan kegiatan ini secara daring,” ungkap Ketua panitia kegiatan, Abdul Kamaruddin SPd Med PhD.

Abdul Kamaruddin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada setiap pihak yang telah terlibat. Serta berharap meskipun pelaksanaan di tahun ini dilakukan melalui daring, namun tidak mengurangi kekhusyukan dan esensi dari kegiatan tersebut

“Ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja dan mensukseskan kegiatan ini, dan tentunya harapan kami, hikmat serta esensi dari kegiatan ini dapat menjadi hal positif bagi setiap peserta yang mengikuti,” jelasnya.

Sementara itu dalam ceramahnya, Prof Zainal Abidin menjelaskan bahwa, turunnya Al-Qur’an merupakan peristiwa yang sangat penting tidak hanya bagi umat Muslim, tetapi bagi seluruh umat manusia.

“Turunnya Al-Qur’an merupakan persitiwa yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena dengan Al-Qur’an seseorang dapat keluar dari kegelapan dan kebodohan kepada ketinggian ilmu pengetahuan dan ma’rifat. Olehnya itu kehadiran Al-Qur’an merupakan pemberi pentunjuk bagi manusia, bukan hanya untuk orang Islam tapi untuk seluruh umat manusia,” tuturnya.

Ia melanjutkannya, dengan menjelaskan tentang hari dimana turunnya Al-Quran, dan penafsiran-penafsiran para ahli tentang kapan tepatnya Nuzulul Qur’an dapat dilaksanakan.

“Turunnya Al-Qur’an adalah di malam Lailatul Qadar, kemudian akan turun di tanggal-tanggal ganjil sepuluh hari sebelum hari ramadhan. Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan tapi masih merupakan gambaran umum, karena hal itu dengan berbagai pendekatan ilmu tafsir, kemudian melahirkan pemahaman terhadap ayat Al-Qur’an tentang hari Nuzulul Qur’an,” jelasnya.

Prof Zainal mengatakan, yang terpenting dalam Nuzulul Qur’an bukan hanya tentang memperingati, tetapi yang terpenting adalah bagaimana dapat  memetik hikmah, dan pelajaran.

“Nuzulul Qur’an menjadi momentum untuk mengkaji, dan mengambil pelajaran serta mengaktualisasikan kembali nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, dan jalan yang terbaik untuk melakukan revolusi mental sebagai bangsa, sebagaimana yang saat ini sedang dicanangkan oleh pemerintah,” ungkapnya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here