Ramadhan di Tengah Pandemi, Ketua PHBI Untad Imbau Patuhi Pemerintah

Selasa (05/05) – Pada bulan-bulan ramadhan 1440H juga tahun-tahun sebelumnya, kampus Universitas Tadulako (Untad) diwarnai dengan berbagai aktivitas yang tidak jauh-jauh dengan buka puasa bersama baik sesama rekan kerja atau berbagi dengan orang lain di panti asuhan, dan lain-lain.

Tidak hanya aktivitas tersebut, agenda ramadhan yang menjadi kegiatan paling sakral, salat di masjid, hingga agenda lainnya, pun ditiadakan. Menanggapi hal tersebut, Dr Ir H Ramlan MP, ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Untad mengatakan agar masyarakat kampus mematuhi aturan pemerintah.

“Ada seorang ustaz yang ngotot mau gunakan masjid di perdos dan bertanya kepada saya, kenapa masjid di perdos tidak digunakan? tidakkah perdos masih aman pak  Haji? Saya jawab, bahwa saya  jadinya  bingung siapa yang mau diikut,  tapi saya mencoba ikut pemerintah yang sah dan ulama yang menjadi rujukan pemerintah. Artinya kalau mereka keliru, maka saya berlindung kepada-Nya,” ujar Dr Ramlan.

Dr Ramlan menambahkan bahwa terkait salat berjamaah, dapat dilakukan di rumah, dengan anggota keluarga.

“Dan ini juga bukan selamanya, dan bukan tidak salat, hanya tempatnya yang berlainan, kalau sebelum wabah kita di masjid dan setelah wabah kita di rumah.  Dan mungkin tidak ada yang menyalahkan bahwa  salat di rumah tidak boleh  berjamaah bersama anak, Istri, mertua atau orang tua. Insyah Allah kalau wabah ini sudah dinyatakan bersih, mari kita salat lagi di masjid.  Jangankan 5 waktu, bila perlu tinggal di masjid berbulan bulan mungkin tidak ada yang melarang justru kita angkat  jempol,” imbuh ketua PHBI Untad.

Dr Ramlan juga menyampaikan perihal salat Idul Fitri yang menjadi rutinitas civitas Untad setiap tahunnya. PHBI akan konsultasi dengan pimpinan Untad. “Insya Allah kalau program PHBI, baru saya mau diskusikan dengan pimpinan dalam hal ini Rektor Universitas Tadulako. Mungkin dalam bentuk halal bihalal lewat zoom, tinggal kita menggunakan IT yang sudah di LPPM yang pesertanya bisa sampai 300 orang, atau mungkin ada saran lain,” terangnya

Selain program PHBI, program kerja Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Islam Mahasiswa (LDK UPIM), yang meniadakan program kerja Ramadhan di Kampus (RDK), dan menggantinya dengan kajian-kajian islam secara virtual.

Affandi Galib, Ketua LDK UPIM menegaskan bahwa RDK tahun ini memang ditiadakan, karena mengikuti pola pencegahan Covid-19. Selain itu, keputusan itu ditiadakan karena sejak sebelum ramadhan, mahasiswa tidak lagi aktif di kampus.

“RDK memang kami tiadakan, dan diganti dengan kajian-kajian online. Sejauh ini, Alhamdulillah sudah terlaksana dua kajian sebelum dan sesudah ramadhan. Kajian online khusus pengurus pun, juga terlaksana,” tegas Affandi.

Affandi menambahkan, bahwa kajian yang terlaksana diantaranya bertema Yuk prepare Iman dan Imun Sebelum Ramadhan, dan kedua, Mengupgrade Kekuatan Ruhiya Sang Pejuang. Selain kajian online, LDK UPIM belum melakukan aktivitas lainnya, termasuk perihal salat Idul Fitri nanti, dan belum berkoordinasi dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Untad,” tambahnya. Sn