Sambil physical Distancing, Rektor Untad Lantik Wakil Dekan FKIP

Ket. Foto: (Dari kiri ke kanan) Dr Ir Amiruddin Kade MSi (Dekan FKIP Untad), Dr H Nurhayadi MSi (Wadek Bidang Akademik), Dr Anang Wahid M Diah MSi, Abdul Kamaruddin SPd Med PhD (Wadek Bidang Umum dan Keuangan), Dr Jusman Mansyur, MSi, dan Dr Iskandar MHum (Wadek Kemahasiswaan) (Foto: Sulis/Humas FKIP)

Bertempat di depan gedung Rektorat Universitas Tadulako (Untad), Rektor Untad melantik seluruh Wakil dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), pada Senin (20/04) dengan tetap melakukan physical Distancing. Karenanya, pelantikan tersebut hanya dihadiri sebagian civitas akademika Untad saja.

Dalam pelantikan dan serah terima jabatan tersebut, Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, mengucapkan terima kasih kepada wakil dekan sebelumnya yang telah menyelesaikan tugas sebagai wakil dekan.

“Saya berterima kasih kepada wadek-wadek sebelumnya, yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dan selamat kepada para Wadek-wadek yang baru dilantik,” ujar Prof Mahfudz.

Pada moment tersebut, Rektor Untad, Prof Mahfudz resmi melantik Dr H Nurhayadi MSi, menggantikan Dr Anang Wahid M Diah MSi PhD sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidak), dan Abdul Kamaruddin SPd MEd PhD menggantikan Dr Jusman Mansyur MSi sebagai Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan (Wadek Biduk). Sementara Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Wadek Bima) masih dipercayakan pada Wadek Bima sebelumnya, Dr Iskandar MHum.

Sementara Dekan FKIP Untad Dr Amiruddin Kade, saat diwawancarai reporter Media Tadulako via whatsap,  mengungkapkan agar ke depannya wakil-wakil dekan yang dilantik dapat sejalan dengan visi dari Dekan, dan melaksanakan tugas-tugasnya, walaupun tengah berada di kondisi pandemi.

“Saya berharap agar ke depannya wadek-wadek dapat menjalaskan tugasnya sesuai bidangnya. Bidang akademik, tantangan ke depannya semua harus serba aplikasi yang dapat mengetahui keadaan dunia akademik di FKIP. Begitu juga yang lainnya, seperti ujian-ujian skipsi, penerbitan SK kalau bisa dibuat secara online semuanya. Tentu saja semua itu membutuhkan proses,” ungkapnya.

Dr Amiruddin berharap melalui Wadek Bidak, seluruh dosen FKIP dapat memahami sistem dengan pembelajaran online. Setidaknya  dalam penggunaan LMS (Learning Management System) Universitas Tadulako.

“Melalui Wadek Bidak, pembelajaran-pembelajaran berbasis online, semoga dapat dipahami oleh seluruh dosen. Sedangkan bidang kemahasiswaan perlu adanya prestasi mahasiswa. Kalau dulunya membiayai mahasiswa untuk berprestasi, sekarang harus dilakukan pembinaan bagi mahasiswa agar berprestasi. Melihat banyaknya aktivitas mahasiswa, terlebih jumlah lembaga mahasiswa. Dan untuk bidang umum dan keuangan agar bisa memberikan layanan yang terbaik,” tuturnya.

Dekan FKIP juga berharap agar wadek-wadek yang dilantik dapat selalu bekerja sama dengannya sebagai Dekan, tetap satu visi terhadap stakeholder, baik kepada dosen dan mahasiswa, serta selalu berinovasi dan melakukan yang terbaik buat FKIP ke depannya. Adr

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here