Untad Ikutkan Mahasiswanya Sebagai Sukarelawan Tenaga Medis

Ket. Foto: Mahasiswa FKM Untad saat berada di Pintu Kedatangan Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu (Foto: Dok. Pribadi)

Kamis (30/04) – Peduli Covid-19, Universitas Tadulako tempatkan Mahasisnya menjadi sukarelawan di garda terdepan dalam penanganan penuralan Covid-1,9 dengan menjadi tenaga medis. Mahasiswa yang diikutkan adalah mahasiswa dengan disiplin ilmu kesehatan, yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) bersama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu s.d Kamis (01-16/04) bertempat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa FKM Untad ikut membantu melakukan pendataan pendatang baru, dan alamat yang tujuan pendatang. Selain itu melakukan tabulasi data dari setiap penumpang yang datang, serta membantu membagikan pamflet berisikan pencegahan Covid-19.

Purwaty Surachman salah satu Mahasiswa FKM  Untad menuturkan bahwa alasannya mengikuti kegiatan tersebut adalah rasa kemanusiaan. Menurutnya berkuliah di FKM Untad membuatnya merasa memiliki tanggung jawab untuk turut andil dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19.

“Kuliah di Jurusan Kesehatan Masyarakat, menuntut saya menjalankan segala etika profesi tenaga kesehatan masyarakat, yang dibutuhkan dalam upaya pemutusan rantai penularan covid-19. Saya berpikir bahwa segala hal yang saya jalankan selama ini akan memberikan saya ilmu yang luar biasa, Teman-teman saya berpendapat bahwa tugas ini penuh dengan risiko dan mengancam nyawa. Tetapi, bagi saya menjadi pahlawan kemanusiaan merupakan suatu kebahagiaan tak terhingga,” tuturnya.

Lebih lanjut Purwaty menyampaikan bahwa hal yang menjadi kendala dalam kegiatan itu ialah masih banyaknya penumpang yang tidak mau patuh, terhadap aturan kesehatan yang sudah dikeluarkan. Selain itu kendala lain adalah keterbatasan jumlah Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia.

“Kendala dalam pelaksanaan adalah masih banyaknya pendatang yang keras kepala terhadap aturan yang telah ditetapkan, seperti tidak mau jujur terkait gejala yang dirasakan dan riwayat perjalanan. Kemudian banyak orang yang mengabaikan pengisian identitas secara benar, sehingga dapat menyulitkan petugas dalam melakukan pengawasan terhadap pendatang selama masa karantina. Kendala lain yang ditemui adalah keterbatasan APD yang dapat meningkatkan risiko relawan selama bekerja,” ujarnya.

Kemudian ia berharap melalui kegiatan tersebut ia bisa mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang didapatkan kepada masyarakat di masa mendatang. Ia juga berharap pihak kampus bisa mengapresiasi mahasiswa yang berjuang sebagai Relawan di masa pandemi ini.

“Harapan saya, dengan bergabung sebagai relawan adalah agar ke depannya saya dapat benar-benar mengamalkan ilmu ikhlas sebagai tenaga kesehatan, sebagai pejuang kesehatan masyarakat. Saya juga berharap pihak kampus dapat memberikan apresiasi yang luar biasa,  kepada mahasiswa yang berjuang sebagai relawan dan berani mengambil peran dalam perjuangan kemanusiaan saat ini,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Nova salah satu Relawan Covid-19 dari FKM Untad berharap kegiatan tersebut bisa menekan laju penyebaran Covid-19 dan mahasiswa lain bisa turut andil sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Harapan saya semoga kegiatan ini bisa mengurangi luas penyebaran Virus Corona di Sulteng. Saya juga berharap untuk mahasiswa lain untuk ikut andil dalam permasalahan yang ada di masyarakat sesuai bidang yang ditekuni masing-masing,” harapnya. AW