Hadapi New Normal, FISIP UNTAD Gelar Salat Jumat

Ket. Foto: suasana salat Jumat di masjid Al-Ikhlas dengan mengikuti protocol kesehatan (Foto: dok. Jamaah Salah Jumat)

Jumat (05/06) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIVERSITAS TADULAKO (Untad) gelar salat Jumat berjamaah di Masjid  Al-Ikhlas FISIP UNTAD sebagai langkah awal Fakultas dan Universitas dalam menata, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi new normal. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof Dr Ir Mahfuz MP selaku Rektor Untad.

Dalam pelaksanaannya, salat Jumat tersebut mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah dalam pelaksanaan ibadah, seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah, dan standar pencegahan penyebaran covid-19 lainnya.

Prof Dr Muhammad Khairil SAg MSi selaku Dekan Fisip Untad sekaligus Khatib Shalat Jumat, dalam khotbahnya mengajak seluruh jamaah untuk selalu bersyukur atas segala karunia yang diberikan oleh Allah SWT dalam kehidupannya hingga ajal menjemput.

“Filosofi rasa syukur itu ibarat kita menunduk dan melihat orang-orang yang jauh lebih susah hidupnya dibanding kita. Sebagai contoh, orang yang punya kendaraan, harusnya bisa lebih bersyukur karena banyak orang yang ingin punya kendaraan tapi masih terbatas ekonomi. Begitu juga orang yang tidak punya kendaraan tapi masih sehat, ini juga jauh lebih bersyukur karena masih sehat, dibanding begitu banyak orang yang lemah dan terbaring, juga tak berdaya karena sakit. Puncak kesyukuran itu adalah ketika di penghujung hidup, kita mampu melafazkan kalimat La Ilaha Illahllah, lalu kita pun menutup mata untuk selamanya dari kehidupan dunia,” ujarnya.

Kemudian Ia juga menambahkan bahwa suasana bulan syawal sekarang adalah momentum untuk saling memaafkan kepada sesama dan menjadi waktu yang tepat untuk muhasabah diri.

“Suasana bulan syawal ini adalah momentum untuk kita membuka hati, saling memaafkan, karena kemuliaan itu terletak pada mereka yang mau meminta maaf dan lebih mulia lagi mereka yang mau memaafkan. Fase pasca ramadhan ini juga harusnya menjadi muhasabah diri untuk memilih diam terhadap sesuatu yang tidak memberi manfaat, dan menata lisan untuk hanya bertutur pada hal yang memberi manfaat,” tambah Prof Khairil.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan (FAHUT) UNTAD, Dr Ir Adam Malik MSc yang ikut dalam pelaksanaan salat jumat tersebut mengungkapkan rasa bahagianya karena dilaksanakan kembali sholat jumat berjamaah dilingkungan Untad .

“Inilah jumatan pertama saya sejak adanya anjuran Majelis Ulama Indonesia  untuk salat jumat di rumah, jadi betul-betul kita rindu suasana salat jumat berjamaah di lingkungan UNTAD seperti ini. Ini bukan semata-mata kewajibannya, tapi memang itu muncul dari dalam diri,” ungkapnya. AW