Bantu Penularan Covid-19, FATEK Ciptakan Teknologi Automatic Hand Wash

Ket.Foto: Penyerahan automatic hand wash secara simbolik ke pihak Dinas KIPS (Foto: Dok. Yuli Asmi/ Narasumber)

Kamis (04/06) – Dalam upaya untuk memutuskan rantai penularan dan penyebaran Covid-19, Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik (KIPS), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), bekerja sama dengan Fakultas Teknik (FATEK), Universitas Tadulako (Untad), menyediakan fasilitas dua unit perangkat cuci tangan yang bekerja secara otomatis, sehingga dapat mencuci tangan dengan sabun dan air, tanpa menyentuh keran.

Dr Yuli Asmi Rahman ST MEng selaku salah satu dosen yang terlibat dalam pembuatan automatic hand-wash, menjelaskan bahwa Kerja sama antara FATEK dan Dinas KIPS merupakan turunan dari nota kesepahaman (MoU) antara Untad dengan Pemda Provinsi Sulteng yang diwakili oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) provinsi.

“DKIPS dan FATEK sebelumnya ada MOU tentang pengembangan penelitian dan pengabdian. Kegiatan kerja sama yang pertama dilakukan adalah seinar integrasi satu data kerja sama DKIPS dan FATEK dalam hal ini jurusan elektro. Setelah itu jurusan elektro berinisiatif menawarkan produk automatic hand wash, dan disambut positif oleh DKIPS untuk pemasangan dua unit,” tuturnya.

Senada dengan itu, Rizana Fauzi ST MT sebagai salah satu dosen pengembang automatic handwash menjelaskan bahwa selain di Dinas KIPS, kedepannya jurusan elektro FATEK, diminta untuk menyediakan lima unit automatic hand wash di Untad.

“Di Untad, jurusan elektro diminta oleh FATEK untuk menyediakan 5 unit automatic hand-wash, dan Dinas KIPS, dua unit yang diproduksi. Selain itu, kantor bupati Donggala dan Rumah Jabatan Wakil Bupati Donggala juga kami sudah dibuat dan terpasang,” ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, Rizana berharap agar kerja sama kedepannya dapat tetap berjalan walaupun ada pergantian kepemimpinan.

“Karena dalam kerja sama ini, Untad khususnya FATEK dan jurusan elektro langsung bersentuhan dengan kebutuhan dari stakeholder sehingga ilmu dapat diaplikasikan dengan lebih bermanfaat ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Amran sebagai salah satu mahasiswa yang terlibat berharap agar dinas-dinas yang lain di kota Palu bisa ikut menerapkan sistem seperti alat ini di lingkungan kantornya. Agar masyarakat kota Palu semakin yakin bahwa ternyata kita juga mampu bersaing dengan provinsi lain dalam hal teknologi. Adr