Tingkatkan Kemampuan Menulis, UKPM Gelar Kelas Online

Ket. Foto: Ferdiansyah JD, SPd MPd (Foto: dok. Panitia Penyelenggara)

Unit Kegiatan Penalaran Mahasiswa (UKPM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) baru saja menggelar Kelas Kepenulisan berjenis Cerita Pendek (Cerpen) dengan tema “Menjadi Produktif di Tengah Pandemi”, pada Sabtu (06/06) bertempat. Grup Chat Whatsapp.

Dihubungi reporter Media Tadulako, Nurul Khayinah selaku koordinator Divisi Kepenulisan menuturkan bahwa seharusnya kelas dilakukan secara tatap muka. Namun akibat pandemi, kelas ini tetap digelar secara online.

“Dari divisi kepenulisan sendiri memang selalu membuat kelas sebagai salah satu program dari divisi kepenulisan sendiri. Biasanya kelas offline atau tatap muka. Tapi berhubung pandemi, kita adakannya secara online,” tuturnya.

Kemudian ia menjelaskan bahwa tujuan diadakan kelas ini adalah untuk meningkatkan skill dan wawasan pengurus UKPM. Jenis pembelajarannya pun beragam mulai dari cerpen, essay, opini, karya tulis ilmiah dan jenis tulisan lainnya. Sehingga ia berharap kedepan pengurus UKPM bisa semangat berkarya dan bersaing dengan penulis lainnya.

“Tujuan kelas ini untuk melatih skill dan wawasan di bidang kepenulisan dari pengurus UKPM. Tidak hanya cerpen, kita juga adakan kelas essay, opini, karya tulis ilmiah, dan jenis-jenis tulisan lain. Dengan harapan, pengurus UKPM lebih semangat lagi dalam berkarya. Bukan hanya dalam internal UKPM saja, tetapi mampu bersaing di dunia luar dengan penulis-penulis hebat lainnya,” ujarnya.

Kelas ini menghadirkan Ferdiansyah JD, SPd M

Pd selaku Ketua Divisi Penelitian dan Kajian Strategis Lembaga Studi dan Informasi Pendidikan (LSIP). Dalam materinya, Ferdiansyah menyampaikan bahwa inti dari setiap pelatihan kepenulisan adalah menulis. Karena sehebat apapun bakat seseorang, jika tidak dilakukan akan percuma.

“Inti dari tiap pelatihan kepenulisan adalah tulisannya. Jadi harapan saya adalah kita sebenarnya tak perlu banyak cakap, tapi lebih kearah kumpul atau bedah karyanya. Tidak ada yang pungkiri bahwa biarpun anda berbakat sangat hebat, jika tidak produktif ya percuma. Tidak ada karya anda. Apalagi kalau tidak berbakat. Contoh konkritnya banyak barangkali,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan ada 4 poin yang diperlukan agar sebuah tulisan menjadi berbobot. Yaitu, membaca karya-karya terbaik, mulai menulis, tahu kelebihan dan kekurangan dan menulis secara skematis.

“Dari pengalaman yang saya peroleh, berikut yang kita perlukan agar tulisan kita berbobot. Pertama membaca karya-karya terbaik. Dari membaca karya-karya terbaik, InSya Allah kita akan membuat karya terbaik. Kedua, mulailah menulis. Bingung mau menulis apa? Maka perbanyaklah membaca. Ketika sudah membaca, kemudian coba menulis. Bacalah tulisan-tulisan berbobot bukan hanya tulisan popular,” pungkas Ferdiansyah. Contohnya karya milik Mustofa Bisri, Putu Wijaya, Supardi Djoko Damono, dan lain-lain. Rin