Inovasi Alat dan Bahan Cegah Covid-19 Ryan Hankey Ranonto, S.Si Berbagi Cara Kerja Bilik Disinfektan, dan 2 Alat Lainnya

Pada edisi kali ini, awak Media Tadulako berkesempatan berbincang dengan Alumni Mahasiswa Fisika Universitas Tadulako (Untad) Ryan Hankey Ranonto, S.Si, terkait 3 alat inovasinya yaitu bilik disinfeksi, alat cuci tangan otomatis, dan handsanitizer otomatis dalam mengurangi penyebaran Covid-19 dilingkungan masyarakat.

Apa yang melatarbelakangi Anda membuat alat tersebut ?

Inovasi alat-alat ini sebenarnya bukan inovasi yang baru,  tetapi inovasi yang sudah lama ada, yang telah dipakai oleh para tenaga medis sebelumnya. Saat pandemi Covid-19 seperti ini, alat seperti itu sudah dikembangkan di Cina dan lebih populer lagi di Vietnam, khususnya alat seperti bilik disinfeksi. Alat ini dirancang sedemikian rupa dengan sistem otomatis sehingga lebih mudah dalam penggunaannya, dan yang paling penting adalah low budget atau anggaran yang lebih murah dalam membeli alat-alat untuk pembuatannya. Karena jika membeli alat jadi seperti itu harganya sangat mahal sampai berkisar Rp 20.000.000,-.  Serta alat lainnya yang dibuat yaitu alat cuci tangan bersistem otomatis dan handsanitizer otomatis. Ide ini muncul karena kadangkala seseorang malas mencuci tangan karena repot mesti membuka keran. Sehingga akhirnya timbul ide untuk membuat alat yang sangat sederhana ini, sehingga bisa mencuci tangan tanpa perlu membuka kran air dan sebagainya.

Berapa lama proses pembuatannya ?

Bilik desinfeksi dibuat selama 4 hari dan beberapa komponen alat tersebut berasal dari luar negeri yaitu Cina, karena harganya yang lebih murah dibanding di Indonesia yang harganya bisa mencapai dua kali lipat, serta membutuhkan 28 hari agar alat tersebut sampai di Indonesia. Karena memperhitungkan nilai cost-nya, serta walau dengan biaya yang rendah  tetap mampu untuk memaksimalkan kinerja alat. Salah satu komponennya adalah Mist Maker yang jika dibeli Indonesia harganya sangat mahal. Sedangkan alat cuci tangan otomatis dan handsanitizer otomatis membutuhkan waktu dua hari dalam pembuatannya dan alat-alat pendukungnya mudah dijumpai di Indonesia.

 

Metode dan prinsip apa yang digunakan dalam alat tersebut ?

Metode dan prinsip yang digunakan pertama, yaitu  pada alat bilik disinfeksi yaitu alat yang umum dipakai untuk menurunkan perkembangan dari virus atau bakteri di rumah sakit dalam ruang bedah atau untuk sterilisasi. Alat seperti itu banyak di buat di Indonesia banyak  menggunakan sistem spray dan bukan sistem penguapan. Alat seperti itu menggunakan pompa dan ada nosel di depannya, dan saat diberi tekanan tinggi akan mengeluarkan kabut atau partikel air yang lebih besar. Tetapi pada alat bilik disinfekesi ini lebih mengutamakan partikel sangat kecil atau berupa embun, agar saat manusia memasuki bilik tersebut tubuh dan pakaian manusia yang terdisinfeksi tidak basah.

Serta embun disinfeksi bisa tersebar ke semua daerah dalam bilik, dan pada tubuh manusia terdisinfeksi mulai dari bagian atas sampai bawah tubuh manusia. Alat tersebut menggunakan prinsip uap karena mampu menyebar ke segala arah embunnya dan kalau memakai sistem spray, hanya bisa mencapai daerah tertentu didalam bilik dan tidak menyeluruh.

Alat tersebut bekerja secara otomatis, ketika ada manusia yang ingin masuk di dalamnya maka alat akan hidup dengan indikator lampu. Saat lampu menyala artinya posisi manusia harus dalam posisi diam di dalam bilik dan saat lampu padam artinya proses disinfeksi selesai dan manusia harus keluar dari bilik tersebut. Proses disinfeksi dalam alat tersebut memerlukan waktu sekitar 15 detik. Alat ini juga digunakan untuk mensterilkan ruangan seperti ruangan ibadah. Namun alat disinfeksinya dipisahkan dengan biliknya. Alat disinfeksinya dimasukkan ke dalam suatu  ruangan dan dihidupkan selama 15 menit. Maka selama 15 menit itu alat  akan menghasilkan uap atau kepulan kabut yang sangat banyak dan akan membasahi seluruh permukaan benda-benda yang ada di dalam ruangan, dan dalam proses desinfeksi ruangan itu dilarang ada orang masuk  karena prosesnya lama, tetapi jika untuk benda-benda mati tidak berbahya dan akan meminimalisir virus di dalam satu ruangan..

Sedangkan alat cuci tangan otomatis dan handsanitizer otomatis adalah dua alat berbeda tetapi menggunakan prinsip yang sama dengan menggunakan sistem pompa dan menggunakan sensor infrared. Saat  pompa terhubung dengan infrared sehingga akan relay secara otomatis, ketika ada objek berupa tangan maka alat akan mengeluarkan air atau sabun pada alat cuci tangan otomatis dan begitu juga pada alat handsanitizer otomatis.

Alat ini dibuat berdasarkan dengan kajian literatur yang diperoleh dari hasil penelusuran penelitian seseorang yang dapat ditemui di jurnal ilmiah dan alat ini mampu menurunkan resiko dari penularan covid-19 dilingkungan masyarakat.

Apa alasan utama Anda sehingga berinisiatif untuk menciptakan alat tersebut ?

Sebagai kaum saintis dan sebagai anak muda saat mampu memberikan subangsi dan menerapkan ilmu yang diketahui di tengah masyarakat akan sangat mulia dan bermanfaat bagi orang banyak. Serta mampu membantu pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat. Sehingga alat tersebut dapat dipakai oleh masyarakat seperti di rumah ibadah dan tempat lainnya.

Bagaimana manfaatan alat tersebut bagi masyarakat  disekitar Anda ?

Alat tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, contohnya jika untuk seseorang yang melakukan perjalanan jauh dari satu daerah ke daerah lain dan sebaiknya mereka masuk kedalam bilik disinfeksi sebelum melewati posko perbatasan suau daerah, agar lebih terminimalisir sehingga tidak membawa virus bagi orang lain.

Apa harapan Anda terhadap alat hasil buatan Anda tersebut ?

Harapannya agar orang-orang di luar sana bisa merespons alat seperti ini dan bisa digunakan untuk aksi sosial. Serta ke depannya pemerintah bisa merespons alat ini dan bisa diproduksi lebih banyak yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Serta jika ada pihak-pihak yang ingin berkolaborasi maka saya sangat terbuka. Er

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here