Tekankan Pembelajaran Secara Daring, Rektor Untad Harap Civitas Akademika Dapat Menyesuaikan Diri

Ket. Foto: Rektor Untad saat mewisuda secara simbolis wisudawati (Foto: Ryan Muhamad, S.Ak//Humas)

Minggu, (21/06) – Menindaklanjuti keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof Dr Ir Mahfudz MP harap Civitas Akademika Untad bisa menyesuaikan diri dengan proses pembelajaran secara daring di tahun akademik yang baru.

Dilansir dari kailipost.com, Prof Mahfudz mengatakan bahwa demi menujang kelancaran proses pembelajaran, Untad akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

“Masa darurat Covid-19 seluruh kampus di dunia berupaya untuk dapat beradaptasi dengan pandemi Covid-19. Sehingga, Untad juga harus turut menyesuaikan, dengan mengacu dari instruksi Mendikbud. Maka dari itu, Untad harus berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan segala hal, mulai dari infrastruktur teknologi informatika sampai kepada penyiapan media-media pembelajaran, serta penyiapan koneksi jaringan internet,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan, dalam pelaksanaannya, mutu capaian pembelajaran akan menjadi perhatian utama, maka dari itu seluruh Civitas Akademika Untad perlu melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi agar bisa menyesuaikan dengan proses pembelajaran yang baru.

“Pada sistem pembelajaran daring yang telah dilakukan Untad, pada semester lalu, meski belum sempurna, namun mutu capaian pembelajaran tetap menjadi perhatian. Untuk itu Lembaga Penjaminan Mutu dan Unit Penjaminan Mutu Fakultas terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dan layanan yang berlangsung di masa pandemi ini. Selain itu, agar capaian pembelajaran tetap terpenuhi, hal terpenting adalah terjadi perubahan sikap dan adaptasi oleh Civitas Akademika untuk menggunakan teknologi informatika,” tuturnya.

Masih dalam penyampaian Prof Mahfudz, pihaknya akan memastikan mahasiswa yang berada di kawasan dengan akses jaringan internet yang sulit tetap akan mendapat layanan pembelajaran, namun dengan metode yang berbeda. Kemudian Ia berharap semua pihak dapat bersinergi dan berkerja sama dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring yang akan dilaksanakan, sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Kita juga harus pastikan, bahwa anak kita yang berada di daerah kawasan dengan akses jaringan internet yang sulit, tetap mendapat layanan pembelajaran. Mungkin dengan model-model pembelajaran yang lain. Saya berharap semester depan pelaksanaan pembelajaran daring semakin baik sesuai dengan harapan kita bersama. Untuk itu saya mengharapkan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan dan para Wakil Dekan Bidang Akademik duduk bersama untuk mempersiapkan panduan pembelajaran daring yang akan menjadi pedoman bagi dosen dan mahasiswa,” harap Rektor Untad tersebut.

Sementara itu, Senada dengan Rektor, Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Untad, Dr Golar SHut MSi mengungkapkan bahwa program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Program Pengalaman Lapangan (PPL), dan Program Magang Mahasiswa akan tetap berjalan dengan metode daring dan akan menyesuaikan dengan dengan kebijakan Kementerian dan Protokol Kesehatan.

“Kegiatan KKN tetap berjalan, di bawah koordinir LPPM. Tentunya dengan menggunakan metode daring, Sementara itu, untuk Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama ini tetap berjalan, dan dilakukan secara daring. Tentunya, dengan sejumlah penyesuaian dalam pelaksanaannya. Demikian halnya dengan magang, di mana saat ini tiap-tiap kampus diminta untuk memfasilitasi penerapan program Merdeka Belajar. Melalui program ini pembelajaran bisa dilakukan di luar prodinya, di kampus sendiri atau di luar kampus,”  ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa untuk program magang mahasiswa yang dilaksanakan di Perusahaan, masih mengalami kendala karena di masa Pandemi Covid-19 banyak Perusahaan yang belum membuka penerimaan aktivitas magang.

“Namun, kegiatan magang saat ini bagi Fakultas yang berorientasi pada industri tentunya agak mengalami kendala saat ini. Beberapa industri untuk sementara membatasi akses pihak luar ke dalam perusahaannya, termasuk aktivitas magang. Meskipun demikian, saya optimis bahwa program magang akan tetap bisa berjalan,” tambahnya. AW