Di Tengah Pandemi Covid-19, Mahasiswa Agribisnis Angkatan 2017 Laksanakan Magang

Ket. Foto : Ketua Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Untad (Foto : Dok. Pribadi Narasumber)

(Rabu, 24/06) – Sejumlah mahasiswa Agribisnis angkatan 2017 Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tadulako (Untad), mengikuti program magang selama dua bulan yang tersebar di berbagai instansi. Pendaftaran magang bagi mahasiswa Agribisnis dibuka mulai Kamis –  (04/06).   

Ketua Prodi Agribisnis, Dr Ir Arifuddin Lamusa MP, mengatakan bahwa pelaksanaan magang mahasiswa Agribisnis pada tahun ini, dari segi waktu tidak berbeda dengan magang tahun sebelumnya. Namun dari segi mekanismenya tentu terdapat perbedaan antara magang sebelum pandemi dan saat pandemi.

“Adapun pelaksanaan magang di tahun ini saat Covid-19, waktu pelaksanaannya pada dasarnya tidak berbeda dengan magang sebelum Covid-19, yaitu dilaksanakan selama dua bulan. Yang berbeda adalah hanya metode pelaksanaannya,” ujar Arifuddin.

Lebih lanjut, Arifuddin menerangkan bahwa magang tahun ini dilaksanakan secara tak serentak oleh seluruh mahasiswa Agribisnis angkatan 2017. Hal tersebut dikarenakan masih banyak mahasiswa yang berada di kampung.

“Paling penting perbedaan magang tahun ini, adalah pelaksanaannya tidak serentak. Karena mahasiswa masih ada yang di kampung dan tidak diizinkan oleh pemerintah setempat untuk meninggalkan tempat atau kampungnya. Tapi ada juga mahasiswa yang di Palu dan ini harus kita layani, mereka tidak boleh menganggur,” terang Arifuddin.

Pada proses pendaftaran magang, mahasiswa diberikan kebebasan untuk mencari serta memilih tempat yang sesuai keinginannya. Magang tersebut juga tak dipungut biaya sepeser pun. Hal tersebut berlaku bagi mahasiswa yang berada di Palu maupun yang saat ini masih di kampung. Meski begitu, pelaksanaan magang tahun ini tidak dibuka secara resmi pada awal pelaksanaan magang.

“Pelaksanaan magang di tahun ini, mahasiswa diberikan keleluasaan mencari tempat magang yang sesuai dengan keinginannya, untuk memperoleh keterampilan yang bisa dikembangkan di masa yang akan datang.  Tempat itu bisa di kantor yang bersifat teknis maupun swasta seperti UKM atau UMKM. Magang ini pun tidak dipungut biaya sepeser pun. Dan secara formal magang sekarang ini tidak dilakukan pembukaan secara resmi di depan pelaksanaan, tetapi pembukaan dilakukan setelah empat sampai enam minggu berjalan,” jelas Arifuddin.

Sekretaris Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Untad, Dr Alimudin Laapo SP Msi, menjelaskan terkait prosedur magang khususnya persiapan administrasi yang harus dilengkapi oleh mahasiswa. Menurut Alimudin, penandatangan MoU seharusnya dilakukan oleh pihak universitas atau ketua jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Untad.

“Yang ber-MoU itu, adalah pihak universitas dalam hal ini pejabat yang berhak menandatangani MoU itu, minimum ketua jurusan dan bukan koordinator prodi. Hanya saja yang menyiapkan semua berkas itu adalah program studi (prodi), kemudian nanti prodi ke dekan untuk menandatangani MoU,” jelas Alimudin.

Mahasiswa yang telah mendapatkan tempat magang, terlebih dahulu meminta persetujuan kepada pimpinan instansi. Jika pimpinan instansi tersebut menyetujui, selanjutnya mahasiswa dapat menyiapkan dan mengurus administrasi yang dibutuhkan.

“Setelah memperoleh izin magang dari pimpinan perusahaan atau instansi, mahasiswa yang bersangkutan meminta identitas pimpinan instansi tersebut. Kemudian identitas instansi dikirimkan ke prodi untuk dibuatkan MoU. Setelah MoU ditandatangani oleh dekan atau ketua jurusan paling rendah, draft MoU kemudian di kirimkan kepada mahasiswa melalui daring,” terang Alimudin. NZN

 

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here