GenBI Komisariat Untad Gelar Live Dialog Soal Kesehatan Mental

Ket. Foto: I Putu Ardika Yana MPsi (Foto: Dok. Pribadi Narasumber)

Jumat (26/06) – Generasi Baru Indonesia (GenBi) Komisariat Universitas Tadulako (Untad) Gelar Live Dialog bertajuk “Kesehatan Mental Di Tengah Pandemi Global Covid-19” Via Aplikasi Instagram.

Kegiatan tersebut  menghadirkan I Putu Ardika Yana MPsi selaku Psikolog Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah, juga merupakan Founder Sejenakhening.com.

Diwawancarai via whatsapp, Zain Rasyidin selaku Ketua GenBi Komisariat Untad menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan dialog ini adalah untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.

“Tujuan kami melaksanakan dialog ini tidak lain adalah sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan mental masyarakat ditengah pandemi global covid-19 saat ini. Harapannya dialog ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa rasa ketakutan atau kecemasan  yang berlebihan karena takut terinfeksi covid-19 justru akan berdampak buruk bagi kesehatan mental mereka sendiri. Serta juga kami ingin  mengkampanyekan kepada seluruh masyarakat tentang bagaimana menjaga kondisi mental pada saat new normal dalam menghadapi covid-19,” jelas Zain.

Dalam penyampaian materinya, I Putu Ardika Yana MPsi selaku narasumber pada kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa masyarakat harus pandai dalam menjaga kesehatan mentalnya di tengah pandemi ini.

“Dalam menghadapi pandemi ini, kita semua selaku masyarakat harus pandai-pandai dalam menjaga kesehatan. Kesehatan yang perlu kita jaga itu bukan hanya terbatas pada sisi fisik semata, terlebih lagi kita musti menjaga kesehatan mental kita. Seharusnya mental lebih kita perhatikan lagi kondisi kesehatannya. Sebab bila kesehatan mental itu terganggu nantinya akan berpengaruh dengan kesehatan fisik dengan menurunya sistem imun atau daya tahan tubuh kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut Putu Ardika menghimbau kepada kaum pelajar untuk melakukan akitivitas-aktivitas positif di tengah situasi yang mengharuskan mereka belajar di rumah.

“Diberlakukannya sistem belajar dari rumah ditambah lagi dengan tugas kulaih yang diberikan oleh sekolah atau kampus, kaum pelajar atau mahasiswa pastinya merasa terganggu kesehatan mentalnya. aya sangat menyarankan kepada adik-adik mahasiswa agar menyelingi aktivitas pengerjaan tugas itu dengan membaca buku-buku positif yang bisa menyenangkan hati, serta melakukan obrolan positif dengan teman walaupun via telepon sehingga otak tidak terisi dengan beban pikiran dan tidak mengganggu kesehatan mental kita,” imbau Putu Ardika.

Di akhir penyampaian materinya, ia berharap masyarakat bisa melakukan penyesuaian dengan situasi New Normal. “Yang namanya hidup pasti kita akan mengalami penyesuaian. Sebenarnya New Normal itu bukan hanya saat ada pandemi ini. Setiap kali kita bangun tidur itu adalah New Normal. Sebab setiap bangun tidur kita dihadapkan dengan situasi baru dan melakukan aktivitas baru lagi. Olehnya, kita harus selalu mempersiapkan diri serta mampu melakukan penyesuaian dengan situasi New Normal,” harapnya. Jn