Jajak Pendapat Mahasiswa dan Pimpinan Untad Bahas Soalan UKT dan Pembelajaran Daring

Ket. Foto: Ketua Umum Majelis Mahasiswa Untad, Zulfirly Kurniawan. (Foto: Dok. Pribadi)

Menyoroti kebijakan new normal, Majelis Mahasiswa (MM) Universitas Tadulako (Untad) gelar Rapat Jajak Pendapat dengan tema “Apa Kabar Untad Dimasa Pandemik” bersama pimpinan Perguruan Tinggi, pada Kamis (25/06), melalui aplikasi Zoom. Ada dua bahan diskusi yang dibahas, yaitu persoalan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan sistem pembelajaran daring.

Rapat tersebut menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr Lukman Nadjamuddin MHum selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Muhammad Nur Ali MSi selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan, Dr Ir Sagaf MP selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, dan  Prof Dr Amar ST MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama. Hadir pula Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif tingkat fakultas sebagai perwakilan mahasiswa Untad.

Ketua Umum MM Untad, Zulfirly Kurniawan mengungkapkan bahwa rapat tersebut berawal dari upaya ingin mengetahui sikap Untad menghadapi new normal. Ia mengimbuhkan, ditengah kondisi saat ini suara mahasiswa tidak bisa tersampaikan dan tidak ada wadah penyelesaiannya. Maka dari itu, MM Untad bersama lembaga mahasiswa lainnya mewadahi aspirasi tersebut untuk disampaikan pada pimpinan universitas.

“Diskusi ini beranjak dari rasa kepekaan kami melihat situasi dan kondisi di Untad, serta bagaimana tanggapan serta kebijakan yang diambil birokrasi kampus soal stimulus yang dikeluarkan Kemendikbud. Dibarengi pula banyak aspirasi mahasiswa terkait tahun ajaran 2020/2021, namun tidak ada wadah untuk menyampaikan ke birokrasi kampus. Makanya dengan melihat persoalan tersebut, kami mencoba menampung aspirasi mahasiswa untuk disampaikan dalam satu kegiatan ini,” jelasnya.

Mahasiwa program studi manajemen tersebut juga berharap pimpinan universitas dapat memberikan kebijakan yang memihak pada mahasiswa, baik itu dari isi kandungan kebijakan hingga proseduralnya.

Menanggapi pertanyaan mahasiswa terkait pembelajaran daring dan UKT, Universitas Tadulako telah merancang skema terbaik untuk mengatasi hal tersebut. Terkait permasalahn UKT, Dr Muhammad Nur Ali menjabarkan bahwa Untad sudah menyusun bentuk keringanan UKT, diantaranya penundaan, penyicilan, penurunan kategori, dan beasiswa. Selanjutnya, Prof Dr Amar menuturkan bahwa Untad akan menyiapkan program “Wifi Komunitas” untuk memfasilitasi mahasiswa mengakses jaringan internet dan menjawab persoalan keterbatasan kuota.

“Untad masih mempelajari pengembangan program wifi komunitas. Dimana mahasiswa bisa mengakses pembelajaran tidak menggunakan kuota, tetapi akan berlangganan melalui wifi. Layanan ini tersedia di beberapa wilayah yang sudah terkoneksi dan terdaftar sebagai akses poin. Cara kerjanya, mahasiswa akan diberikan password untuk bisa mengakses wifi.id dan keunggulan lainnya hanya bisa satu perangkat yang boleh mengakses layanan tersebut, sehingga mahsiswa akan fokus pada pembelajaran. Program ini bisa menjawab keluhan mahasiswa mengenai keterbatasan kuota dan sulitnya mendapat jaringan,” tutup Prof Dr Amar. Fha

- A word from our sponsor -

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here