Prodi Akuakultur Untad Sosialisasikan Teknologi Super Intensif

Ket. Foto: Kegiatan webinar nasional melalui zoom (Foto: Dok. untad.ac.id)

Ikut berpartisipasi aktif dalam mensosialisasikan teknologi supra intensif, Program Studi (Prodi),  Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN), Universitas Tadulako (Untad) kembali menggelar Webinar nasional bertajuk “Teknologi Budidaya Udang Vaname Supra Intensif Berskala Kecil, Sebagai Pembangkit Ekonomi di Tengah Krisis” secara daring melalui aplikasi virtual Zoom, pada Selasa (7/07).

Kegiatan Webinar tersebut menghadirkan Ir Coco Kokarkin Soetrisno MSc, selaku Direktur Perbenihan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP RI), Dr Ir Hasanuddin Atjo MP selaku Inovator Budidaya Udang Supraintensif, Ketua Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Sulawesi Tengah (Sulteng) sekaligus Staf khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomar RI), dan Rusaini SPI MSc PhD selaku Akademisi FAPETKAN Untad sebagai narasumber.

Dilansir dari untad.ac.id, Dr Ir Fadly Tantu MSi selaku inisiator kegiatan menuturkan bahwa webinar tersebut merupakan rangkaian dari webinar Internasional, yang rencana akan dilaksanakan bertepatan dengan Dies Natalis Untad pada Agustus mendatang.

“Kami sudah memulai pelaksanaan webinar ini dan merupakan rangkaian webinar berseri dengan puncaknya adalah Webinar internasional bertema Pengelolaan Sumber daya Perairan Wilayah Tropis, pada Dies Natalis Untad 39 Agustus nanti,” tuturnya.

Ketua panitia, Dr Ir Jusri Nilawati MSc, menjelaskan bahwa tujuan diadakannya webinar seri kedua ini adalah Untad ingin mengambil peran dan berpartisipasi dalam mensosialisasikan teknologi supra intensif guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia lewat budidaya udang.

“Udang Vaname merupakan salah satu komoditas yang menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia dan banyak dibudidayakan. Udang vaname memiliki keunggulan diantaranya responsif terhadap pakan, tahan terhadap serangan penyakit dan kualitas lingkungan yang buruk, pertumbuhan lebih cepat, tingkat kelangsungan hidup tinggi. Oleh sebab itu budidaya udang vaname memiliki prospek yang menjanjikan dan pemanfaatan tambak supra intensif untuk peningkatan produktivitas di Indonesia sangat dibutuhkan,” katanya.

Webinar tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah mulai dari Aceh sampai Papua, yakni terdiri dari kalangan pengusaha tambak udang, praktisi budidaya pertambakan, akademisi dari perguruan tinggi negeri dan swasta, SMK/ SPUM, para penyuluh perikanan, birokrat, mahasiswa, taruna, serta anggota DPRD dari kabupaten-kabupaten di luar Sulteng. Adr